Kegiatan


Cegah Radikalisme dan Terosisme, FKPT Riau Gelar Lomba Video Pendek dan Diskusi Film

Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Riau membuka acara pelibatan pelajar SMA Sederajat dalam pencegahan Radikalisme dan Terosisme dengan tema "Satu Indonesia Lomba Video Pendek dan Diskusi Film" yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Premier Jalan Sudirman Pekanbaru, Kamis (12/9/2019).
 
Acara itu dihadiri gubernur Riau yang diwakili oleh Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau, Achirunnas. Tampak juga Direktur Pencegahan BNPT Diwakili Oleh Kasi Partisipasi Masyarakat, Letkol Laut Setyo Pranowo, Ketua FKPT Riau Eddie Yusti, Kejaksaan Tinggi Riau Diwakili Oleh Kordinator Pidsus, Afriliana Purba.
 
Selain itu Korem 031/WB diwakili oleh Pasi Intel Korem 031/WB, Mayor. Inf. Kabul, Kenwil Kemenag Riau Diwakili Oleh, H.M. Saman, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Diwakili Oleh Pengawas SMA, H. M. Ramli dan Siswa dan Siswi Pelajar Kota Pekanbaru.
 
Ketua FKPT Riau, Eddie Yusti, menyampaikan bahwa pelajar sebagai generasi muda penerus bangsa harus terhindar dari paham radikal dan terorisme.
 
"Melalui lomba Video Pendek dan diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan film pendek yang baik dan menganjurkan kebaikan dan kebersamaan sebagai anak bangsa yang terdiri dari berbagai suku, budaya, agama, dan kepercayaan," ucap Eddie (12/9/2019).
 
Eddie berharap kegiatan seperti ini menjadi "virus' kebaikan dikalangan pelajar atau generasi muda.
 
Sementara itu Sekretaris Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Riau, Achirunnas, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan sebuah pendekatan lunak dalam meningkatkan daya tangkal masyarakat khususnya generasi muda, menolak ajakan kekerasan yang diinisiasi kelompok radikal dan terorisme.
 
"Kegiatan Pelibatan Pelajar SMA dan Sederajat dalam Pencegahan Terorisme melalui Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Riau merupakan ikhtiar mengajak masyarakat untuk mewaspadai radikalisme sebagai bagian dari upaya-upaya pencegahan terorisme, dalam rangka merawat perdamaian dan kebhinekaan Indonesia," ujarnya.
 
Sumber : Cakaplah